Manajemen merupakan suatu cara
untuk merencanakan, mengumpulkan dan mengorganisir, memimpin dan mengendalikan
sumber daya untuk suatu tujuan.
Sedangkan pengetahuan adalah data dan informasi yang digabung
dengan kemampuan, intuisi, pengalaman, gagasan, motivasi dari sumber yang
kompeten . Sumber pengetahuan bisa berupa banyak bentuk, contoh, koran,
majalah, email, e-artikel, mailing list, e-book, kartu nama, iklan, dan
manusia.
Manajemen pengetahuan merupakan proses / kegiatan
merencanakan, mengumpulkan dan mengorganisir, memimpin dan mengendalikan
data dan informasi yang telah digabung dengan berbagai bentuk pemikiran dan
analisa dari macam-macam sumber yang kompeten.
Manajemen pengetahuan
merupakan suatu disiplin ilmu yang digunakan untuk meningkatkan performa
seseorang atau organisasi, dengan cara mengatur dan menyediakan sumber ilmu
yang ada saat ini dan yang akan datang. Jadi manajemen pengetahuan bukanlah
suatu fenomena baru, tetapi merupakan suatu cara yang menerapkan integrasi
antara teknologi dengan sumber pengetahuan yang kompeten. Dengan adanya
manajemen pengetahuan maka akan terjamin kinerja yang baik dalam suatu
organisasi.
Karl-Eric Sveiby
mengidentifikasi manajemen pengetahuan dengan dua aktivitas yaitu:
1) Manajemen Informasi,
dimana pengetahuan dipandang sebagai obyek yang dapatdiidentifikasi dan
ditangani dengan sistem informasi. Aktivitas ini membutuhkan teknologi
informasi dalam pelaksanaannya.
2) Manajemen Manusia,
dimana pengetahuan dipandang sebagai proses, struktur kompleksketerampilan yang
dinamis, pengetahuan tentang bagaimana cara, dan lainnya yang beru bah secara
konstan.
sumber diatas diambil dari sini
Fokus
dari MP adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan data mentah ke
bentuk informasi yang bermanfaat, hingga akhirnya menjadi pengetahuan.
Kegiatan manajemen
pengetahuan (MP) ini biasanya dikaitkan dengan tujuan organisasi semisal untuk
mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama, peningkatan kinerja,
keunggulan kompetitif, atau tingkat inovasi yang lebih tinggi.
Pada umumnya, motivasi
organisasi untuk menerapkan MP antara lain:
-Membuat pengetahuan terkait pengembangan produk dan jasa menjadi tersedia dalam bentuk eksplisit
-Mencapai siklus pengembangan produk baru yang lebih cepat
-Memfasilitasi dan mengelola inovasi dan pembelajaran organisasi
-Mendaya-ungkit keahlian orang-orang di seluruh penjuru organisasi
-Meningkatkan keterhubungan jejaring antara pribadi internal dan juga eksternal
-Mengelola lingkungan bisnis dan memungkinkan para karyawan untuk mendapatkan pengertian dan gagasan yang relevan terkait pekerjaan mereka
-Mengelola modal intelektual dan aset intelektual di tempat kerja
-Membuat pengetahuan terkait pengembangan produk dan jasa menjadi tersedia dalam bentuk eksplisit
-Mencapai siklus pengembangan produk baru yang lebih cepat
-Memfasilitasi dan mengelola inovasi dan pembelajaran organisasi
-Mendaya-ungkit keahlian orang-orang di seluruh penjuru organisasi
-Meningkatkan keterhubungan jejaring antara pribadi internal dan juga eksternal
-Mengelola lingkungan bisnis dan memungkinkan para karyawan untuk mendapatkan pengertian dan gagasan yang relevan terkait pekerjaan mereka
-Mengelola modal intelektual dan aset intelektual di tempat kerja
Birkinsaw dalam Cut
Zurnali (2008) juga menggaris bawahi tiga keadaan yang sangat memengaruhi
berhasil atau tidaknya knowledge management yaitu:
1. Penerapannya tidak hanya menghasilkan knowledge baru, tetapi juga untuk mendaur-ulang knowledge yang sudah ada.
2. Teknologi informasi belum sepenuhnya bisa menggantikan fungsi-fungsi jaringan sosial antar anggota organisasi.
3. Sebagian besar organisasi tidak pernah tahu apa yang sesungguhnya mereka ketahui, banyak knowledge penting yang harus ditemukan lewat upaya-upaya khusus, padahal knowledge itu sudah dimiliki sebuah organisasi sejak lama.
1. Penerapannya tidak hanya menghasilkan knowledge baru, tetapi juga untuk mendaur-ulang knowledge yang sudah ada.
2. Teknologi informasi belum sepenuhnya bisa menggantikan fungsi-fungsi jaringan sosial antar anggota organisasi.
3. Sebagian besar organisasi tidak pernah tahu apa yang sesungguhnya mereka ketahui, banyak knowledge penting yang harus ditemukan lewat upaya-upaya khusus, padahal knowledge itu sudah dimiliki sebuah organisasi sejak lama.
Dengan demikian, knowledge management akan membuat berbagi informasi (shared information) tersebut menjadi bermanfaat. Knowledge management termasuk strategi dari tanggung jawab dan tindak lanjut (commitment), baik untuk meningkatkan efektivitas organisasi maupun untuk meningkatkan peluang/kesempatan.
Tujuan dari knowledge
management adalah meningkatkan kemampuan organisasi untuk melaksanakan proses
inti lebih efisien.
sumber diatas diambil dari sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar